
Tak hanya dari sisi emosi, tantangan fisik juga total ia jalani. Selain harus mengenakan tata rias prostetik dengan waktu persiapan hingga empat jam, Luna juga melakoni sendiri adegan-adegan ekstrem tanpa pemeran pengganti. Salah satunya saat ia harus tenggelam di arus sungai dan sempat tak muncul ke permukaan dalam beberapa menit.
“Film “Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa” menurut aku filmnya benar-benar grande. Saat nonton di libur Lebaran, akan terasa seperti disuguhkan tayangan yang sangat ‘meledak-ledak,” lanjut Luna.
Film ini menawarkan horor dalam balutan skala kolosal, memadukan teror santet dengan visual yang megah serta kehadiran deretan pemain lintas generasi, mulai dari aktor legendaris hingga komedian ternama Indonesia.
Diproduseri oleh Sunil Soraya dan disutradarai Azhar Kinoi Lubis, film ini ditulis oleh Ferry Lesmana, Jujur Prananto, dan Sunil Soraya. Selain Luna, film ini juga dibintangi Reza Rahadian dan Clift Sangra, serta didukung oleh Djenar Maesa Ayu, Restu Triandy, Iwa K., Budi Bima, El Manik, Yatti Surachman, Adi Bing Slamet, Azis Gagap, Ence Bagus, Nunung, Piet Pagau, Sabar Bokir, dan Petrix Gembul.
“Kami menghadirkan hiburan tontonan horor yang belum pernah ada dari IP Suzzanna sebelumnya, dan akan menjadi sejarah baru dalam perjalanannya,” tutur produser Sunil Soraya. Ia memastikan film ini sangat pas menjadi tontonan bareng keluarga dan teman-teman di momen Lebaran. (bat)


