Home » Prey For The Devil : Filmnya sama saja dengan The Exorcist

Prey For The Devil : Filmnya sama saja dengan The Exorcist

prey-for-the-devil-pojoksinema.com

Maksud saya ( penulis) – apa alasan iblis ingin mengambil bagian dalam kehidupannya?

Prey For The Devil meski meragukan untuk melarikan plot cerita yang elok dan segar, masih lebih nikmat dengan dramanya.

Bagi anda penyuka horor, suasana era 70an dan 80an akan terasa ketika anda santai menikmati plot ceritanya.

the devil's light-pojoksinema.com
Prey For The Devil

Tak perlu kecewa karena memang tak ada yang lazimnya baru untuk horor ini.

Namun saya memuji kreatifitas DOP dan post-produksinya.

Secara visual, saya nyaman dengan grading color dan beberapa frame sinematiknya.

Begitupun dengan sematan jump scare yang apik memainkan ‘curve’ efek suaranya hingga anda mendapatkan efek kejut yang klimaks.

Nah untuk persoalan CGI, saya sangat puji saat melihat kulit luar tangan Natalie emuncul belatung, cukup menggelikan.

Lalu ketika para romo muda lakukan pengusiran setan- kita akan melihat rambut Natalie yang terurai di lantai menjerat wajah.

baca juga : Sosok Iblis ‘Bertanduk’ di stadion Kanjuruhan, kata Furi Harun

Lalu rambut tersebut menutupi wajah cantiknya dan  masuk kedalam mulutnya.

Ada sedikit yang mengganjal, film ini tidak memberikan porsi dialog yang jempolan untuk aktris Virginia Madsen.

Efek CGI ini sangat takjub bagi saya dan segar, plus saya kagum dengan penampilan Jacqueline Byers.

Alhasil Prey For The Devil menjadi horror berdurasi 93 menit tanpa bosan. (Q2)

16 Comments on “Prey For The Devil : Filmnya sama saja dengan The Exorcist”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *