Home » Kepoin Yuk, 5 Fakta Unik di Balik Film Horor “Malam 3 Yasinan”

Kepoin Yuk, 5 Fakta Unik di Balik Film Horor “Malam 3 Yasinan”

Ternyata banyak fakta unik yang patut buat dikepoin di film ini. Penasaran kan? Langsung cekidot ya.

  1. Berawal dari Mimpi

Ide cerita bisa datang dari mana saja. Boleh adaptasi novel, puisi, thread di media sosial. Bisa juga adaptasi film pendek. Tapi “Malam 3 Yasinan” punya sumber gagasan unik: mimpi. Ceritanya sutradara Yannie Sukarya pernah bermimpi sedang berdoa yasinan. “Tiba-tiba ada satu perempuan di ujung tapi dia gak ingin baca doa. Terus pas aku bangun ya serem lah takut.”

  1. Serba Kembar

Sebuah kebetulan ada konsep kembar di film ini. Karakter dalam film yang diperankan oleh Shalom Razade adalah anak kembar. Aktor Amanda dan Janna Soekasah adalah saudara kembar. Mereka berperan sebagai Lana dan Lily, nama yang terinspirasi dari pembuat film franchise The Matrix. Tapi Lana dan Lilly hanya kakak beradik dan bukan saudara kembar.

  1. Dua rumah produksi

“Malam 3 Yasinan” dibuat oleh dua rumah produksi. Ada Helroad Films yang digawangi sutradara Yannie Sukarya dan produser Helfi Kardit. Terakhir kali mereka merilis “Menjelang Magrib 2: Wanita yang Dirantai,” awal September 2025. Kemudian ada Alkimia Productions yang dimiliki produser merangkap aktor Wulan Guritno dan si kembar Amanda dan Janna Sukasah.

  1. Vibe 80-an

Tata artistik gaspol banget buat menghidupkan cerita yang berasal dari era 1980-an. Rumah besar didekor dengan ornamen kayu, lampu kuno, dan perabot klasik demi menciptakan suasana gelap dan misterius. Mobil Mercedes Benz klasik yang dibawa Hamish Daud menghadirkan suasana nostalgia. Pun dengan tagline “mikul dhuwur mendem jero”, bikin anak lama ingat lagi dengan era Orde Baru. Peribahasa Jawa yang maknanya “mengangkat tinggi-tinggi (kebaikan) dan mengubur dalam-dalam (kekurangan)”.

  1. Penggemar sutradara David Fincher

Sutradara Yannie Sukarya pernah mengaku penggemar film sineas top Hollywood David Fincher. Hal itu tercermin dalam film ini. Dia mengambil konsep 7 Dosa Besar yang ada di film “Seven” seperti keangkuhan, kemarahan, hawa nafsu, dan menerapkannya dengan kearifan lokal. Hasilnya bagaimana? Silakan buktikan sendiri deh.

(Bobby Batara)