
POJOKSINEMA , Banyak hal menarik yang tak pernah saya sangka sebelumnya, saat saya ( Kicky Herlambang, penulis artikel ini ) menjumpai seorang kerabat yang lama tak bersua, Caezarro Rey Abishur, AC.CF, C.NST, L.MNLP, C.MNS, C,Ht, C.H, AC.MC -sosok Entrepreneur juga kreator Tension Releasing Technique.
Sebuah seni olah nafas praktis yang bisa kita lakukan untuk melepaskan trauma dan phobia -yang tersimpan berpuluh tahun dalam diri seseorang.
Saya telah membuat janji dengan Rheo ( kali ini dalam artikel saya menulisnya dengan sebutan nama Rheo, meski saya terbiasa memanggilnya Rey) beberapa pekan sebelumnya, untuk bisa melakukan sesi wawancara dengannya.
Pada awalnya, saat memulai percakapan saya pribadi cukup terusik dengan kalimat yang ia sampaikan, karena saya sendiri menyimpan trauma ”takut’ akan ketinggian semenjak lebih dari 20 tahun yang lalu.
Ditengah perbincangan yang menarik, saya penasaran dan mengajukan tantangan “saya ada phobia ketinggian? apa bisa bantu saya?” tanya saya kepada Rheo
” Oh boleh banget mas, tapi apa bisa saya rekam juga prosesnya untuk konten instagram saya?” jawabnya sembari balik bertanya.
“tentu saja” jawab saya.

Begitu kamera menyala, ia menanyakan beberapa pertanyaan, resto tempat kami bersua itulah, menjadi saksi bisu dinamika phobia yang saya simpan selam 20 tahun ini.
Dalam waktu singkat ia berkata, coba fokus rasakan hal ini, terima, lalu lepaskan semua rasanya.
Lalu iapun menanyakan kepada saya, apa rasanya?
‘secara ajaib, saya merasakan kelegaan yang luar biasa. ruang yang kosong yang sudah lama tidak saya alami dalam hidup saya.
“kita tes boleh ya?” hayuk, jawab saya.
Beberapa saat kemudian, saya tiba di lantai 36 melihat langsung pemandangan dibawah, rasanya sungguh berbeda, dalam diri saya, masih ada sedikit rasa yang tersisa.
Namun hal ini menjadi sebuah kemajuan berharga, mengingat sebelumnya, setiap kali saya melihat ketinggian, kaki saya mematung dan kaku.
Detik itu juga, saya bisa berdiri di pinggir gedung lantai 36 tanpa rasa kaku di sekujur kaki, seperti yang saya rasakan sebelumnya.
Saya berkata Rheo boleh dibantu sedikit lagi?
Lalu ia mengajak saya meresapi rasanya, dan menarik nafas 2 kali lagi, total seluruh sesi tidak sampai 15 menit.
‘Alhamdulillah rasa takut akan ketinggian itu telah benar-benar hilang tanpa tersisa’
Rheo mengatakan bahwa berkata, emosi memang seperti mengupas bawang, cukup lepaskan saja sampai tuntas.
Sementara dalam benak, saya masih terheran tidak percaya, hal yang paling saya takutkan selama 20 tahun kebelakang, diselesaikan dalam waktu hitungan menit saja, praktis 20 menit lenyap phobia ketinggian yang saya derita selama ini!
Tapi seiring saya berjalan menyisir pinggiran gedung yang hanya berbatas kaca, rasa itu tidak ada lagi, tanpa saya di hipnotis, tanpa saya dinasihati, hanya menarik nafas saja.
“Tiap – tiap personal manusia punya karakter masing masing, yang membentuk karakter ini adalah aturan aturan yang ada di kepala, dan muatan emosi yang tercipta di ruang dalam diri seseorang. ” paparnya
MEMBUANG RASA TAKUT
” Semisal seseorang yang punya rasa takut kepada realitas yang harus dihadapi ke depannya, maka biasanya ia rentan dengan masalah percaya diri. Takut gak berhasil, takut gak sampai, takut gak di bolehin, pokoknya serba takut dulu deh awalnya, padahal ia belum melakukan apapun, skenario bermunculan di kepala karena dorongan emosi yang tersimpan dalam diri ” terang Rheo.
A true asset to our neighborhood.
where can i buy cheap lisinopril
Medicament prescribing information.
Quick turnaround on all my prescriptions.
lisinopril atc
Get information now.
Trustworthy and efficient with every international delivery.
where to get cytotec without dr prescription
Consistency, quality, and care on an international level.