
Sutradara Bernardus Raka mengaku hendak mengirimkan pesan bagi mereka yang sering diragukan: bahwa mimpi yang ‘berbeda’ itu valid. Ia memotret betapa jalur pro player e-sport memiliki lapisan emosi dan pengorbanan yang luar biasa, sesuatu yang inspirasinya langsung dari kisah hidup ONIC Kairi.
“Cerita Kay bagi saya adalah cerita yang universal. Banyak dari kita memiliki mimpi yang dianggap tidak konvensional, begitu juga dengan saya. Melalui film ini, saya ingin memberi suara dan apresiasi bagi mereka yang tetap berani berusaha serta setia pada jalur yang telah mereka pilih,” ujar Bernardus.
Diproduseri oleh Nick Musa, membawa pemain selain Bima Azriel, ada Rey Bong, Joshia Frederico, Aurora Ribero, dan Melati Sesilia. Kemudian ditambah Mian Tiara, Elly D. Lutan, hingga musisi Baskara Basboi dan Ayastrophile.
Bagaimana pertaruhan hidup Kay selanjutnya? Saksikan “Nobody Loves Kay” di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. (bat)


