Home » Prilly Latuconsina Bawa Aroma Horor di Festival Film Cannes Lewat “Holy Crowd”  

Prilly Latuconsina Bawa Aroma Horor di Festival Film Cannes Lewat “Holy Crowd”  

“Film ini bicara tentang perhatian publik, eksploitasi, dan bagaimana seseorang bisa tiba-tiba dijadikan simbol oleh masyarakat,” lanjutnya lagi. Bagi Prilly sosok Ratna sangat relevan dengan situasi sosial modern, terutama di era media sosial ketika seseorang bisa menjadi pusat perhatian publik dalam waktu singkat.

“Kadang masyarakat sebenarnya bukan peduli pada manusianya, tapi pada atensinya. Seseorang bisa dipuja, dibicarakan, lalu dilupakan dengan sangat cepat. Dan menurut aku, itu yang membuat cerita ini terasa sangat dekat dengan kondisi sosial kita hari ini,” paparnya.

Di proyek “Holy Crowd” Prilly bermain bareng Yusuf Mahardika, Yudi Ahmad Tajudin, dan Arswendy Bening Swara. Partisipasinya di sini juga menjadi bagian dari perjalanan artistik sebagai aktris yang kini kian selektif memilih cerita dengan lapisan emosional dan isu sosial yang kuat.

Lewat film ini Prilly tak hanya membawa film Indonesia ke Cannes, tetapi juga membawa salah satu figur horor paling ikonik dalam kultur lokal, pocong, ke percakapan sinema internasional dengan pendekatan yang lebih manusiawi, satir, dan relevan dengan realitas sosial saat ini. (bat)