Uniknya “Panggil Aku Ayah” dikemas dengan kearifan lokal, yakni logat Sunda. “Saya berupaya untuk tetap mempertahankan pesan utama, namun dihadirkan dengan konteks lokal Indonesia yang kuat,” kata penulis skenario dan sutradara Benni Setiawan.
Benni percaya dengan kualitas pemainnya dalam menghidupkan karakter dan emosi cerita. “Saya berharap penonton tidak hanya akan terhibur, tapi juga dapat menemukan makna baru tentang sebuah relasi keluarga,” lanjutnya lagi.
Ringgo sendiri merasakan daya tarik karakternya yang kontradiktif sebagai seorang penagih utang. “Tidak punya pengalaman sebagai orang tua, tapi justru memilih berjuang demi anak yang bahkan tak memiliki hubungan darah dengannya,” ucap Ringgo antusias.
“Panggil Aku Ayah” mulai tayang di bioskop tanah air pada 7 Agustus 2025. (bat)


