Scream : instalasi ‘requel’ yang seharusnya jadi pamungkas

jenna ortega
Tara ( Jenna Ortega )

POJOKSINEMAInstalasi ke-5 franchise Scream kali ini bisa kita sebut sebagai requel ; sebuah unsur cerita yang mengaduk sekuel dengan reboot. Alhasil film yang kali ini diarahkan duet Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett tetap nikmat tersaji.

Trio ikon  Scream , Neve Campbell ( Sidney prescott), David Arquette ( sherif Dewey ), dan Courteney Cox ( Gale), kembali dihadirkan. Hal ini demi memberikan muatan memori yang segar, bahwa film ini mengawali kesuksesannya bersama mereka.

Namun, seperti ada kekhawatiran bahwa tanpa keterlibatan trio Campbell, Arquette dan Cox, maka Scream tak bisa berbuat apa-apa.

campbell dan cox
Neve Campbell dan Courtney Cox

Saling bantai demi misi membunuh -dengan alasan konyol- versus menyelamatkan nyawa tetap menjadi keunggulan Scream.

Tokoh Tara (Jenna Ortega ) menjadi pemicu bagaimana ‘ghostface’ , memainkan peran aktualnya. Si Topeng Hantu teramat haus membantai siapapun yang ia inginkan melalui versi cerita imajinasi sadisnya.

Sosok Billy Loomis ( Skeet Ulrich ) – yang menjadi pembantai pada Scream (1996) harus dipaksa muncul sebagai memori memperkuat plot cerita. Meski sasaran cerita bukan pada Billy Loomis.

poster resmi Scream 2022
Scream

Tapi semua dibuat sedemikian rupa agar film ini menjadi requel yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *