Menurut Baim penonton tinggal duduk manis saja menikmati adegannya, sementara aktor susah payah melakoninya. “Kalau kita pas di sananya kan kekerasan itu kalau di film harus sebuah keindahan. Itu enggak bisa monoton,” tuturnya.
Namun ia punya cara sendiri untuk penghayatan aktingnya, yakni improvisasi dan tidak memberi tahu Acha, sang lawan main. “Pas selesai dia (Acha) sudah teriak ‘Seumur hidup gue, gue enggak pernah ya diginiin!’”
Sutradara Ssharad Sharan sendiri sungguh memuji penampilan Baim. ”Baim Wong di film ini kuat sekali. Saya mau orang yang kuat, yang kelihatan seperti Baim Wong,” komentarnya yakin.
“Kalau dia teriak, harus ada efek takut, istrinya jadi takut. Itu yang kita cari,” seloroh Ssharad lagi.
Skenario yang ditulis oleh Titien Wattimena dan Beta Inggrid Ayu ini mengisahkan, Irfan yang kerap melakukan kekerasan, baik fisik, maupun verbal kepada sang istri.
Sikapnya ini membawa efek buruk buat anak mereka, Nadia (Azkya Mahira) dan juga bagi ibunda Amina (Ayu Azhari). Akhirnya, datang bantuan Zahra (Raline Shah), pengacara pejuang hak perempuan yang membantu mereka keluar dari kungkungan Irfan.
Film “Suamiku Lukaku” rencananya bakal tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Mei 2026. (bat)


