“Mereka ikut menjadi konsultan budaya, memastikan elemen tradisi, dan Bahasa Osing tampil otentik dalam film versi layar lebar,” kenang Acho seraya memastikan keterlibatan seniman lokal di dalam proyeknya.
Film “Lintrik” bukan kisah horor biasa, melainkan drama psikologis yang mengangkat tradisi mitos ilmu pelet Jawa kuno berlatar budaya Banyuwangi. Di jajaran pemain ada aktor Donny Damara, Yatti Surachman, Meisya Amira, Akbar Nasdar, Karina Icha, Fannita Posumah hingga Teguh Ryder. Ditambah seniman lokal seperti maestro tari Gandrung Mak Temu Misti dan Mas Yon DD, yang tampil berbahasa Osing, khas Banyuwangi.
Proses syuting sekitar 25 hari, berlokasi di Banyuwangi dan Jakarta. Tim produksi juga dapat kesempatan merekam festival budaya Banyuwangi dan ditampilkan dalam film. Lokasi lain yang ikonik ada Hutan De Djawatan, hingga Patung Terakota.
Aduh, bikin penasaran aja nih filmnya. (bat)


