Home » Film “Sekawan Limo” Dibuat Sekuel, Ini Dia 5 Fakta Membagongkan yang Patut Dikepoin  

Film “Sekawan Limo” Dibuat Sekuel, Ini Dia 5 Fakta Membagongkan yang Patut Dikepoin  

Seperti apa bayangan filmnya? Kepoin aja fun fact seru yang berikut ini, sebelum nonton di bioskop bulan depan, pas di hari libur Idul Adha. Cekidot yuk.

  1. Jalan Cerita yang Lebih Seru

Skenario yang ditulis oleh Nona Ica mengisahkan tiga tahun pasca pendakian ke Gunung Madyopuro. Lima sekawan makin akrab dan menggelar reuni pada ultah anak Andrew. Ternyata keluarga itu terancam jadi tumbal pesugihan. Akhirnya mereka pun beraksi kembali dan pergi menemani Andrew ke Gunung Klawih. Gokil banget.

  1. Tambahan Pemain Baru

Tak hanya kembalinya aktor inti dari prekuelnya, yakni Bayu Skak, Nadya Arina, Benidictus Siregar, Indra Pramujito, dan Firza Valaza. Versi sekuelnya kini diperkuat juga oleh personil “Yowis Ben” seperti Joshua Suherman, Brandon Salim, hingga Tutus Thomson.

  1. Profesi Baru untuk Joshua

Dikenal sebagai penyanyi cilik dan pinda jalur menjadi aktor, Joshua Suherman kini kebagian job baru dari sutradara Bayu Skak: konsultan komedi. Posisi yang mengharuskannya untuk tak hanya membuat kelakar lucu, tapi juga cerdas dan menyatu dengan alur cerita. Joshua mengaku awalnya sempat tertekan, mengingat para cast yang memang aslinya sudah jenaka. Setelah berdiskusi dengan Bayu akhirnya ketemu resepnya. “Lucu yang nggak maksa, yang tetap mengalirkan cerita, bukan cuma tempelan,” selorohnya yakin.

  1. TKP yang Disamarkan

Pada judul disebutkan TKP-nya di Gunung Klawih. Ternyata ini merupakan nama yang diambil dari Gunung Kawi yang ada di Jawa Timur. Selama ini gunung itu kerap dijadikan tempat mencari pesugihan demi kekayaan duniawi serta jabatan. “Sebuah cara untuk mengingatkan bahwa “ojo golek dalan pintas” atau jangan mencari jalan pintas dalam hidup,” tutur Bayu Skak.

  1. Konsep Soundtrack Unik

Untuk soundtrack, ada kombinasi unik antara lagu berbahasa Mandarin dan Jawa. Salah satunya adalah lagu klasiknya Teresa Teng “Yue Liang Dai Biao Wo De Xin” dibawakan oleh Josaphat Children Choir. Lalu ada “Wang Shi Zhi Neng Hui Wei” milik You Ya, dinyanyikan oleh Leona Zhen. Sementara tembang lokalnya ada dari Bayu Skak dengan “Gusti, Matur Nuwun” dan grup Grup Yowis Ben tak mau ketinggalan menyumbangkan lagu “Gandolane Ati” dengan gaya khasnya. (bat)