Home » Adisurya Abdy: Ketakutan Menjadi Komoditas Paling Stabil

Adisurya Abdy: Ketakutan Menjadi Komoditas Paling Stabil

Adisurya Abdy "Ada Lima Masalah Besar Dalam Film"

POJOKSINEMASineas Adisurya Abdy dalam sebuah pertemuan santai dengan redaksi pojoksinema, mengatakan ‘Di layar lebar Indonesia hari ini, ketakutan menjadi komoditas paling stabil’.

Menurutnya,  film horor bukan sekadar laris, ia menjelma menjadi standar aman industri.

“Produser tak lagi bertanya “cerita apa yang penting,” melainkan “setan apa yang laku.” Di titik ini, kita patut curiga, apakah yang merajai benar-benar selera penonton, atau sekadar kenyamanan produser?” kata Adisurya Abdy

‎‎Alasan klasik selalu saja sama: genre horor memang lekat dengan kultur bangsa ini.

Merk setan atau hantu seperti Kuntilanak dan Pocong hidup dalam ingatan kolektif masih menjadi dagangan komersil. Mulai dari cerita kampung hingga konten -yang katanya- mistis di viralkan.

Akan tetapi kedekatan budaya tidak otomatis membenarkan kemalasan kreatifitas.

“ Yang terjadi justru repetisi,  mitologi diperas, bukan ditafsir ulang. ‎Industri kemudian berlindung di balik logika bisnis. Horor murah, cepat, dan hampir selalu balik moda,” paparnya.

Katanya Pacaran Setelah Nikah, Kok Malah Dingin? Ini 5 Tips Solusinya

Dalam ekosistem yang rapuh, di mana pembiayaan terbatas dan risiko tinggi, maka pilihan ini menjadi rasional. Hanya saja,  rasionalitas yang terus-menerus tanpa keberanian adalah resep stagnasi.

Ketika semua orang memilih aman, tidak ada yang benar-benar maju. Bahkan lebih problematik lagi, maraknya genre horor menciptakan ilusi selera publik.

Layar bioskop ‘banjir horor’, bukan semata karena penonton hanya ingin itu. Tetapi karena pilihan lain kian menyempit.