Home » 5 Fakta Unik Film “The Bell: Panggilan untuk Mati”, Siap Ramaikan Khazanah Ikon Horor Tanah Air

5 Fakta Unik Film “The Bell: Panggilan untuk Mati”, Siap Ramaikan Khazanah Ikon Horor Tanah Air

POJOKSINEMA – Pembuat film Indonesia mulai rajin mengangkat legenda horor daerah ke layar lebar, dan respons publik pun cukup antusias. Awal tahun ini hadir “Kuyang: Saranjana The Prequel” dari Kalimantan, disusul “Songko” yang berasal dari Sulawesi Utara. Kini giliran legenda Penebok asal Belitung yang diangkat ke bioskop.

Gagasannya datang dari produser Budi Yulianto yang ingin mengangkat budaya daerahnya sendiri. Dari sana muncul ide untuk mengakat kisah horor lokal tentang Penebok, sosok hantu tanpa kepala bergaun merah yang kemunculannya dipercaya membawa maut. Siap meramaikan katalog film horor tanah air.

Di bawah bendera Sinemata Buana Kresindo, ia menggandeng sutradara Jay Sukmo dan penulis Priesnanda Dwisatria untuk mewujudkan “The Bell: Panggilan untuk Mati”. Film ini dibintangi Bhisma Mulia, Ratu Sofya, Mathias Muchus, Shaloom Razade, Septian Dwi Cahyo, Givina Lukita Dewi, hingga Maulidan Zuhri.

Sebelum tayang di bioskop mulai 7 Mei 2026, cek yuk fakta menarik di balik film ini.

  1. Mengapa memakai judul “The Bell”?

Kata “The Bell” diambil karena ceritanya tentang lonceng atau bel keramat. Lonceng ini terhubung dengan entitas mistis bernama Penebok (hantu tanpa kepala). Konon di dalamnya terkurung roh jahat dan ketika terdengar dentingnya, itu pertanda datangnya teror maut.  Secara berkelakar produser Aris Muda menyebut The Bell adalah kependekan dari Belitong, daerah asal ceritanya.