Ditambahkannya format mini album dengan lima lagu menjadi pilihan yang paling pas untuk proyek solo. Selain mengikuti perkembangan industri musik saat ini, jumlah lagu tersebut dinilai cukup untuk menyampaikan cerita sekaligus membuat pendengar penasaran menantikan karya-karya berikutnya.
“Lima lagu itu porsinya pas. Nggak terlalu sedikit buat bercerita, tapi juga cukup bikin orang penasaran menunggu rilisan gue selanjutnya,” paparnya yakin.
Sigit mengaku kebebasan berekspresi menjadi salah satu alasan mengapa proyek solo terasa berbeda ketimbang saat berkarya bersama band. Sebagai solois, Sigit memiliki ruang yang lebih luas untuk menentukan arah musik, karakter vokal, hingga emosi yang ingin disampaikan dalam setiap lagu.
“Kalau di band prosesnya demokrasi banget. Tapi sebagai solois, gue jadi seperti sutradara tunggal buat visi musik gue sendiri,” tukasnya.
Dalam proyek ini, Sigit mengajak sejumlah nama pelaku industri musik Indonesia. Tiga lagu di antaranya merupakan karya remake yang dibawakan seizin para penciptanya, yakni Pamungkas NM, Oncy Ungu, dan Alexander Ongko, serta satu lagi milik mendiang Bartje Van Houten.
Untuk penggarapan musik, Sigit mempercayakan proses kreatif kepada Acoy dari Rocker Kasarunk. Proses produksi hingga perilisan didukung oleh AFE Records selaku label yang menaungi Sigit, tim manajemen, serta Fransiscus Eko yang juga menjadi produser bareng Sigit. Sementara Eny Handayanih ikut mendampingi proses produksi hingga mini album ini resmi dirilis.
Mini album “Eksisten!” sudah rilis sejak 14 Agustus 2026 di seluruh Digital Store, sementara itu Video Musik / video liriknya akan menyusul kemudian, karena baru akan memulai proses syutingnya di akhir Agustus 2026 ini. (bat)


