Home » Adhisty Zara Akui “Rumah Singgah” Jadi Film Terberat Sepanjang Kariernya

Adhisty Zara Akui “Rumah Singgah” Jadi Film Terberat Sepanjang Kariernya

Bagi Zara, film ini juga memiliki tempat khusus di hatinya. Ia bahkan mempersembahkan “Rumah Singgah” untuk sang kakek, musisi legendaris Acil Bimbo, yang meninggal dunia ketika proses syuting berlangsung.

“Film ini punya tempat spesial di hati aku karena aku persembahkan film ini buat almarhum kakek aku juga yang meninggalnya ketika shooting film ini,” katanya.

Dalam film ini, Zara berperan sebagai Karla, atlet lari yang divonis mengidap osteosarcoma, jenis kanker tulang ganas. Setelah mendapat diagnosis tersebut, Karla pindah ke sebuah rumah singgah yang dipimpin Bu Andin (Dewi Irawan).

Di tempat itu, Karla bertemu sesama penghuni lainnya, yakni Luki (Devano), Toni (Ciccio Manassero), dan Pika (Messi Gusti). Mereka juga mendapat dukungan dari Mang Didu (Aming), penjaga rumah singgah yang setia menemani. Pertemuan para penghuni tersebut kemudian menghadirkan persahabatan sekaligus secercah harapan.

Untuk mendalami perannya, Zara melakukan sejumlah persiapan. Di antaranyaa mengunjungi yayasan kanker untuk melihat langsung kondisi para pasien dan menjalani latihan lari secara profesional demi meyakinkan sebagai seorang atlet.

“Belajar banyak banget ketika kami mengunjungi langsung ke yayasan,” tutur Zara antusias. Pengalaman itu memberinya kesempatan melihat lebih dekat perjuangan anak-anak yang hidup dengan kanker sekaligus membantu membangun karakter Karla.

Diproduksi SENARA bekerja sama dengan Mandela Pictures dan Limelight Pictures, “Rumah Singgah” bakal tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026. (bat)