“Empat Musim Pertiwi dibintangi oleh Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, dan Hana Malasan. Film ini mengikuti kisah Pertiwi (Putri Marino). Setelah 20 tahun, Pertiwi akhirnya pulang. Namun kepulangannya tidak diharapkan oleh warga, bahkan keluarganya sendiri enggan menerima.
Hanya Mak Ira (Christine Hakim) dan Bisma (Arya Saloka) yang menyambutnya. Pertiwi tahu, pulang berarti membuka luka lama yang mengantarnya ke sel penjara. Namun kini ia tidak datang untuk melarikan diri. Ia datang untuk menghadapi empat musim dalam hidupnya yang pernah membuat dunianya gelap gulita, sebelum perlahan ia menemukan jalan untuk kembali mekar dan menuju cahaya.
Film karya Kamila Andini telah diakui secara internasional dengan pencapaian sinematik yang kuat, di sirkuit festival internasional, termasuk Toronto International Film Festival, Busan International Film Festival, Tokyo International Film Festival, dan telah dinominasikan untuk Sinematografi Terbaik di Asian Pacific Screen Awards 2026.
“Yuni (2021)”, tayang perdana di TIFF dan meraih Platform Prize, kemudian menjadi perwakilan Indonesia untuk Academy Awards. “Before, Now & Then (Nana)” tayang perdana dalam kompetisi di Berlinale, di mana Laura Basuki memenangkan Silver Bear untuk Pemeran Pendukung Terbaik.
“Empat Musim Pertiwi” juga menjadi ko-produksi internasional yang mempertemukan mitra kreatif dan jajaran produser eksetutif dari Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Polandia, Arab Saudi, dan Singapura.
Penjualan internasional film Empat Musim Pertiwi ditangani oleh Goodfellas, perusahaan penjualan yang berbasis di Paris di balik deretan film berbasis auteur yang diakui secara internasional. (bat)


