Pendekatan ini mengingatkan pada tontonan populer Indonesia di awal 2000-an, yang memadukan cerita sehari-hari, keluarga, persahabatan, komedi, dan unsur supernatural.
Dalam “Ghosthing”, nuansa tersebut hadir dalam format film layar lebar. Karakter yang kuat dan hubungan antartokohnya menjadi bagian penting yang membuat cerita terasa dekat dan menghibur.
Sutradara Arie Aziz menyebut tantangan terbesar dalam filmnya adalah bagaimana menjaga komedi, horor, dan misterinya tetap jalan bareng.
“Kami ingin penonton bisa menikmati misterinya, tetapi di saat yang sama tetap bisa tertawa melihat tingkah para karakter,” selorohnya mantap. (bat)
Pages: 1 2


