Melalui Producers Exchange, peserta akan mengikuti pertemuan terjadwal dengan pengembang proyek JAFF Future Project, kreator dalam JAFF IP Connection, peserta pameran, dan delegasi industri. Pertemuan disesuaikan dengan pengalaman dan minat masing-masing peserta. Topik yang dibahas meliputi pengembangan proyek, pendanaan, adaptasi, produksi bersama, dan distribusi.
Linda Gozali, Market Director of JAFF Market menyebutkan pihaknya ingin para produser internasional melihat dan mengenal langsung Indonesia sebagai mitra kreatif dan produksi, dengan cerita, talenta, serta perusahaan yang dapat diajak membuat film bersama.
“Producers Exchange dirancang untuk membawa percakapan tersebut menuju pengembangan bersama, pendanaan, dan akses kepada penonton, sekaligus membangun kemitraan yang berlanjut setelah penyelenggaraan pasar berakhir,” paparnya yakin.
Producers Exchange bertujuan memperkuat keterlibatan Indonesia dalam produksi film internasional. Program ini mempertemukan pembuat film Indonesia dengan mitra yang dapat mendukung pengembangan proyek, pendanaan, produksi, dan distribusi. Pertemuan difokuskan pada pihak-pihak yang memiliki minat dan kebutuhan serupa agar kerja sama dapat berlanjut setelah acara.
Peserta terpilih akan mendapat akomodasi selama empat malam di Yogyakarta, akreditasi JAFF Market, jadwal pertemuan khusus, akses ke acara jejaring dan pemutaran film, serta publikasi profil melalui kanal resmi JAFF Market. Bersama JAFF Future Project dan JAFF IP Connection, program ini membuka peluang kolaborasi, dari penjajakan proyek hingga produksi film lintas negara.
Pelaku industri dapat mendaftar untuk mendapatkan akreditasi JAFF Market melalui jaff-market.com/registration. Dengan akreditasi ini, mereka dapat mengenal proyek film dan kekayaan intelektual terpilih, bertemu dengan para produser, serta menjajaki peluang kerja sama di Yogyakarta pada 28–30 November 2026. (*/bat)


