Home » Diskusi Menarik! “Horor Mencari Jalan Pulang: Napak Tilas Identitas Sinema Horor Indonesia”

Diskusi Menarik! “Horor Mencari Jalan Pulang: Napak Tilas Identitas Sinema Horor Indonesia”

Seembtara Wahyu Nugroho mengatakan perkembangan film horor modern jangan sampai akhirnya membuat sineas meninggalkan local wisdom.

“Film horor berdiri di atas tiga prinsip utama: tradisi, misteri, dan religi,” ujar Wahyu.

Wahyu menambahkan, tantangan terbesar saat ini bagi filmmaker horror adalah kecenderungannya gemar mengeksploitasi setan atau hantu.

“ Coba digali juga humanisnya, konflik dan elemen psikologisnya ”

Menurut Harris Cinnamon yang akrab dengan sapaan ‘Momon’, menyampaikan pandangannya : industri film horor kita belum sepenuhnya memiliki ekosistem dan akumulasi karya yang terstruktur untuk disebut telah mencapai standar internasional.

Lagi-lagi yang mungkin sedikit banyak kita cerna langsung berkaitan dengan kualitas produksinya juga.

“ Ini pandangan saya saja yah, sederhana;   karya yang kuat lahir dari ketulusan dan kecerdasan intelektual sineasnya dalam memilih serta memilah konsep,” kata Haris.

Pada akhirnya, menurut Harris, kualitas film horor Indonesia hanya berkutat disitu saja.

“ Sangat dibutuhkan keberanian untuk membentuk sebuah konsep dari hasil riset dan pemahaman budaya. Dan satu lagi, film horor yang gak akan kemanapun dia ada di ruangnya sendiri, “

““Horor Mencari Jalan Pulang: Napak Tilas Identitas Sinema Horor Indonesia” adalah serentet kalimat elok yang diusung menjadi sebuah tema perbincangan intelektual dan kreatif. Hanya saja, seperti yang disebut Harris, film horor gak perlu mencari jalan pulang.

Film horror tidak harus menggunak setan dan hantu sebagai media unik menakut-nakuti penonton. Banyak perangkat lain yang bisa dijadikan alat teror menakutkan, menyeramkan dan mengerikan selain setan dan hantu.

Godokan naskah yang kuat dengan treatment psikisnya juga mampu membangun kekuatan dramatik horornya sendiri yang klimaks.

Coba anda nonton film Undertone keluaran studio A24, sendirian yah! Pasti ada rasa mencekam yang berbeda tanpa sosok-sosok setan yang rupanya dibuat sedemikian buruk! (Q2)