” Ciptakan pemimpin, berikan anak muda kesempatan.Biarkan mereka membuat kesalahan. Ajarkan mereka mengelola kegiatan. Berikan mereka tanggung jawab. Dan jangan takut jika suatu hari mereka menjadi lebih hebat daripada generasi sebelumnya.Karena keberhasilan seorang pemimpin bukan ketika orang lain terus membutuhkan dirinya.” Lanjutnya.
Keberhasilan seorang pemimpin adalah ketika orang lain mampu berjalan tanpa dirinya.
MEDIA SOSIAL BUKAN ALBUM FOTO
Masih banyak antangan lain yang tidak kalah penting. Lions hidup di zaman digital. Maka komunikasi organisasi tidak boleh berhenti pada dokumentasi.
Foto penyerahan bantuan penting.Tetapi jauh lebih penting menjelaskan: apa masalahnya?
Mengapa program itu dibuat?
Siapa yang dibantu?
Berapa banyak yang mendapatkan manfaat?
Apa perubahan yang terjadi?
Dan bagaimana orang lain dapat ikut terlibat?
“Media sosial adalah ruang pendidikan publik tentang kemanusiaan, bukan sekadar album kegiatan organisasi.
Jika ini dilakukan dengan baik, Lions dapat menjangkau generasi yang bahkan belum mengenal Lions.” Tegas Solida.
PEMIMPIN YANG BERANI MEMBAGI PANGGUNG
Ada satu ukuran kepemimpinan yang jarang dibicarakan: kesediaan membagi panggung. Pemimpin yang matang justru senang melihat orang lain tumbuh.Solida tidak selalu ingin menjadi tokoh utama setiap kegiatan. Justru ia lebih senang bila semakin banyak anggota tampil.
Semakin banyak President Club berinisiatif.
Semakin banyak perempuan mengambil posisi strategis.
Semakin banyak anak muda memimpin proyek.
Semakin banyak klub berkolaborasi.
Sehingga semakin sedikit organisasi bergantung pada satu figur.
Jika itu terjadi, maka Solida telah melakukan sesuatu yang jauh lebih penting daripada sekadar menjalankan program: tapi justru sedang membangun sistem.
DARI “WE SERVE” MENUJU “WE MAKE A DIFFERENCE”
Lions mempunyai semboyan yang sangat kuat:n We Serve. Hanya saja pelayanan pada akhirnya juga harus menjawab pertanyaan:
So what?
Apa akibatnya?
Apa perubahannya?
Lukman Sardi dan Jerome Kurnia Hadapi Iblis Kuno Rephaim dalam Sekuel “Kuasa Gelap”
Apa manfaatnya?
Karena itu, semangat We Serve perlu diterjemahkan menjadi:
We Serve, We Make a Difference.
“Kita melayani.Dan pelayanan kita membuat perbedaan. Bukan perbedaan di atas panggung.Tetapi perbedaan dalam kehidupan manusia.”
UJIAN TERBESAR SOLIDA BUKAN HARI INI
Ujian terbesar Solida Abdy Ramli sebenarnya bukan ketika ia menjadi District Governor. Ujian terbesar justru datang ketika masa jabatan itu selesai.
Ketika pin tidak lagi dikenakan.Maka pada saat itulah baru dapat dilihat:
Apa yang sudah ia tinggalkan?
Apakah klub-klub menjadi lebih kuat, aktif?
Apakah kader baru lahir?
Apakah program lingkungan berlanjut?
Apakah pelayanan sosial mempunyai kesinambungan?
Apakah generasi muda mendapatkan tempat?
Apakah semangat solidaritas menjadi budaya?
Kalau jawabannya ya, maka Solida berhasil. Bukan karena ia berhasil mempertahankan panggung. Tetapi karena ia berhasil membangun panggung bagi orang lain.
JABATAN BERAKHIR, JEJAK TETAP TINGGAL
Pada akhirnya, semua jabatan akan selesai. District Governor pun akan berganti. Tetapi jejak pengabdian tidak harus ikut berganti.
“Apa yang tetap hidup setelah saya tidak lagi berada di sini?”
Pertanyaan itu jauh lebih berat dan terhormat.
Solida Abdy Ramli mempunyai kesempatan untuk menjawabnya melalui kepemimpinannya di Lions District 307 A1.
Dengan pelayanan kemanusiaan, kepedulian lingkungan. donor darah, bakti sosial.
Serta memperkokoh solidaritas dalam tubuh klub,kaderisasi dan kolaborasi yang bagus.
Serta keberanian dirinya menjadikan Solidarity in Humanity bukan sekadar tema satu periode, melainkan budaya organisasi.
Karena pada akhirnya, seorang pemimpin tidak diukur dari panjangnya masa jabatan. Ia diukur dari panjangnya manfaat yang tetap hidup setelah masa jabatannya berakhir, dan di situlah makna terdalam seorang District Governor:
Bukan menjadi orang yang paling tinggi berdiri di dalam organisasi, tetapi menjadi orang yang membantu sebanyak mungkin orang lain berdiri lebih tegak.
Pelayanan yang terbaik bukan hanya terlihat.Ia terasa.
Bukan hanya dikenang tapi tetap berlanjut. (Q2)


