POJOKSINEMA – Dari Movast, pelayanan kemanusiaan, lingkungan, hingga pertanyaan: apa yang tersisa setelah jabatan berakhir?Dan siapa sesungguhnya sosok Solida Abdy Ramli?
Ada yang dikenang karena jabatan, pidato, serta foto-foto kegiatannya. Tetapi ada jenis pemimpin yang jauh lebih sulit dilupakan: pemimpin yang meninggalkan perubahan.
Di titik itulah sosok Solida Abdy Ramli, District Governor Lions District 307 A1, menjadi menarik untuk di tulis. Bukan semata karena ia kini berada di pucuk kepemimpinan distrik.
Justru karena jabatan itu memberikan kepadanya sebuah kesempatan sekaligus ujian:
‘mampukah sebuah jabatan pelayanan diterjemahkan menjadi manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat?
Pertanyaan itu menjadi penting, Lions bukan organisasi yang dibangun untuk mengejar kekuasaan. Ia dibangun atas semangat pelayanan.
Kalimat “We Serve” sebenarnya sangat sederhana. Namun di balik kesederhanaannya tersimpan tuntutan yang berat: melayani siapa, dengan cara apa, dan apa hasilnya?
Solida membawa tema “Solidarity in Humanity.” Solidaritas dalam kemanusiaan.Bukan sekadar slogan yang bagus untuk dipasang di backdrop. Kalimat itu justru harus menjadi ukuran terhadap seluruh perjalanan kepemimpinannya.
DARI MOVAST, KEPEMIMPINAN BERAKAR
Kepemimpinan sosok Solida tidak lahir begitu saja ketika ia memperoleh posisi District Governor. Ada proses organisasi yang dilalui. Ada lingkungan klub. Ada pengalaman bersama anggota. Ada kegiatan pelayanan.
Ada dinamika interna, lalu kepercayaan yang kemudian membawanya pada level distrik.
Lions Club Jakarta Monas Movast menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Di klub, seseorang belajar bahwa organisasi bukan sekadar struktur. Organisasi adalah manusia.
Ada perbedaan pendapat, karakter yang berbeda,anggota yang aktif. Lalu diam tetapi bekerja, senang tampil.
Namun, ada juga yang justru bekerja tanpa ingin terlihat. Pemimpin harus mampu menyatukan semuanya. Karena itu, pengalaman dari klub merupakan sekolah kepemimpinan yang sesungguhnya.
District Governor boleh mempunyai jabatan. Tetapi akar kepemimpinannya tetap berada di klub.
DISTRICT GOVERNOR ADALAH PENGGERAK.
District Governor bukan “bos” bagi para Lions. Ia bukan pemilik distrik. Ia adalah pengarah, penggerak dan pelayan bagi organisasi pelayanan itu sendiri. Maka ukuran kekuatannya bukan seberapa banyak orang tunduk kepadanya. Ukuran kekuatannya justru: berapa banyak orang yang bersedia bergerak bersamanya.
Ada perbedaan besar antara memimpin dengan kekuasaan dan memimpin dengan keteladanan. Kekuasaan membuat orang mengikuti. Keteladanan membuat orang tergerak. Dan dalam organisasi seperti Lions, yang kedua jauh lebih penting.

SOLIDARITY IN HUMANITY: SLOGAN ATAU IDEOLOGI PELAYANAN?
Tema Solida sesungguhnya mempunyai potensi besar.
Solidarity in Humanity. Akan tetapi solidaritas bukan hanya berdiri bersama orang yang sudah dekat dengan kita. Solidaritas diuji ketika kita mau hadir untuk mereka yang tidak mengenal kita. Kemanusiaan juga bukan hanya memberi sesuatu kepada orang lain.
“ Kemanusiaan adalah kemampuan melihat persoalan orang lain sebagai sesuatu yang layak kita pedulikan. Karena itu, tema tersebut dapat diterjemahkan menjadi tiga lapisan: peduli, bergerak, berdampak” ungkap Solida Abdy Ramli.
Peduli terhadap persoalan, bergerak mencari solusi serta memastikan ada dampak.
Kalau hanya peduli, kita menjadi penonton.Jika hanya bergerak, kita bisa sibuk tanpa arah. Dan bila bergerak tetapi tanpa dampak, kita hanya menghasilkan kegiatan.
Pemimpin pelayanan harus menghasilkan perubahan.
COMPOSTER: KETIKA PELAYANAN MENYENTUH LINGKUNGAN
Salah satu contoh yang menarik adalah kegiatan lingkungan melalui pemberian alat composter kepada Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu. Bagi sebagian orang, mungkin itu hanya sebuah bantuan alat.
Tetapi kalau dibaca lebih jauh, ada pesan penting di sana. Pelayanan tidak harus selalu berupa santunan.
Ada pelayanan yang menyentuh lingkungan, mengubah kebiasaan,
Ada juga pelayanan yang memberikan teknologi sederhana agar masyarakat mampu menangani persoalannya sendiri.
Di sinilah konsep pelayanan menjadi lebih dewasa. Bukan sekadar memberi ikan, tetapi ikut membantu masyarakat belajar mengelola sumber dayanya.Kalau gerakan lingkungan semacam ini dikembangkan secara konsisten, Lions dapat mempunyai program yang bukan hanya terlihat pada hari penyerahan bantuan, tetapi masih terasa bertahun-tahun kemudian.
Dan itulah yang disebut sustainable service.
DONOR DARAH: KEMANUSIAAN TANPA LABEL
Donor darah mempunyai makna yang berbeda. Tidak ada yang bertanya siapa yang akan menerima darah itu atau dari klub mana seseorang berasal.
Bahkan tidak ada yang bertanya jabatan dan kelas sosial. Darah adalah bahasa kemanusiaan yang paling sederhana.
“ Satu orang memberi maka orang lain menerima.Dan kehidupan mungkin terselamatkan. Di sinilah Lions mempunyai kekuatan moral yang besar.” Jelasnya
Sebab ketika pelayanan benar-benar menyentuh kebutuhan manusia, simbol organisasi menjadi tidak penting.
“Yang penting adalah manfaatnya.”
BAKTI SOSIAL: JANGAN BERHENTI PADA PAKET BANTUAN
Bakti sosial juga penting, bagaimana bantuan hari ini dapat menjadi pintu menuju kemandirian besok Jika membantu anak-anak, bagaimana pendidikan mereka diteruskan?
Jika membantu masyarakat kurang mampu, bagaimana kapasitas ekonominya dibangun? Bila membantu lingkungan, bagaimana masyarakat dilibatkan?
Jika membantu kesehatan, bagaimana pencegahan dilakukan? Inilah pergeseran penting:dari charity menuju empowerment.
Dari belas kasihan menuju pemberdayaan.
Dari bantuan sesaat menuju perubahan.
PULAU SERIBU: MEMBAWA PELAYANAN KE LUAR PUSAT PERHATIAN
Ada satu nilai strategis dari kegiatan pelayanan di Kepulauan Seribu. Jakarta sering dibaca sebagai kota metropolitan.
Tetapi Jakarta juga mempunyai kehidupan kepulauan. Masyarakat di wilayah tersebut mempunyai persoalan yang berbeda. Seperti Akses, lingkungan, pengelolaan sampah. kesehatan. pendidikan. Serta berbagai persoalan sosial lainnya.
“ Untuk ituah, kehadiran Lions di sana bukan sekadar kegiatan sosial. Ia dapat menjadi pernyataan: bahwa pelayanan tidak boleh hanya mengikuti pusat keramaian.” Paparnya.
Pelayanan harus bergerak menuju tempat yang membutuhkan.
KADERISASI: WARISAN YANG PALING PENTING
Ada pekerjaan yang jauh lebih penting daripada sekadar memperbanyak kegiatan yakni Kaderisasi. Jika saja sebuah organisasi hanya kuat karena satu-dua tokoh, sebenarnya organisasi itu belum kuat.
Organisasi baru benar-benar kuat ketika generasi berikutnya siap mengambil alih.Karena itu, Solida mempunyai tantangan besar, jangan hanya menciptakan pengikut.


