“Melalui film ini, kami mencoba untuk mengingatkan bahwa Tuhan selalu ada untuk kita dan Tuhan selalu setia menunggu kita untuk kembali ke jalan-Nya,” seloroh Robert Ronny lagi.
Karakter pembawa teror di film ini berasal dari entitas kuno, “Namanya Rephaim. Rephaim sebenarnya terikat pada dominion (wilayah) lokasi tempat mereka berada,” ucap sutradara Rizal Mantovani.
Maka, lanjut Rizal, terornya bukan hanya pada satu keluarga tapi mengancam seluruh kota. Membangun teror dengan skala sebesar itu menjadi salah satu tantangan utama dalam produksinya.
“Di film ini, Rephaim ingin disembah oleh manusia, dengan kompensasi berupa nyawa, dan ini akan selalu menjadi pengingat kita bahwa setiap perbuatan selalu akan ada konsekuensinya, termasuk dosa yang kita perbuat,” lanjut Rizal lagi.
Sekuel “Kuasa Gelap” dibintangi oleh Lukman Sardi, Jerome Kurnia, Venly Arauna, Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, hingga Faiz Vishal.
Filmnya tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026. Bukan hanya di bioskop reguler, film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah juga akan tayang di bioskop yang lebih imersif seperti IMAX XXI, 4DX CGV, dan Magnify 8 Cinepolis. (bat)


