Kisahnya berawal dari Niken (Raihaanun) yang memutuskan pisah dari Dirga (Baim Wong), demi kesehatan mental dan masa depan anaknya. Niken rela meninggalkan kenyamanan materi dan kembali ke rumah ibunya untuk menata kehidupan dari nol.

Namun, hidup pasca perceraian tak lebih mudah. Saat mencoba mandiri dan berjuang demi hak asuh anak, Niken terkena pelecehan seksual dan fitnah. Upayanya malah diragukan dan ditekan untuk diam. Namun Niken memilih bersuara.
Produser Hanung Bramantyo menekankan pentingnya ketajaman perspektif yang dibawa oleh Dmaz dalam menerjemahkan isu sensitif ini ke layar lebar.
“Saat saya mengembangkan cerita ini bersama Dmaz dan Mba Titin Wattimena, saya sudah bisa melihat kalau Dmaz adalah seorang sutradara yang punya visi kemanusiaan yang kuat, dan saya sangat bangga bisa mendukung visinya tersebut,” puji Hanung Bramantyo.
Dengan pesan moral “Fight the Trauma”, “Beautiful Pain” tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026. (bat)


