Bagi Nurman Hakim film ini mengeksplorasi bagaimana masa lalu membentuk kehidupan seseorang, sekaligus bagaimana seorang perempuan menghadapi warisan itu untuk menentukan masa depannya.
“Melalui film “Yang Datang dan Yang Pergi”, kami ingin mengeksplorasi bagaimana masa lalu membentuk kehidupan seseorang, sekaligus bagaimana seorang perempuan menghadapi warisan tersebut untuk menentukan masa depannya,” ucap Nurman.
Menurutnya setiap generasi tentu mewarisi cerita dari generasi sebelumnya. Namun, tidak semua cerita harus berakhir dengan cara yang sama.
Dian Sastrowardoyo sendiri merasa antusias bisa kembali bekerja bareng Nurman dan Nan. Di matanya film ini memberikan perspektif tentang perempuan, warisan, dan pilihan hidup.
“Di film ini, karakter Sinta diperlihatkan sebagai perempuan yang bukan hanya sebagai penerima warisan masa lalu, tetapi juga sebagai individu yang memiliki pilihan terhadap masa depannya, dan menurut saya itu juga sangat merefleksikan apa yang dialami oleh banyak perempuan hingga saat ini,” ujar Dian.
Rencananya filmnya tayang di bioskop Indonesia mulai 3 Desember 2026. (bat)


