Disutradarai oleh Ariani Darmawan, “Desember Jani” memperkenalkan sosok empat perempuan dari tiga generasi dalam satu rumah. Selain Wini, ada Oma (Tutie Kirana), serta dua anak perempuan Winnie, Julia (Hyori Mika) dan Jani (Chempa Puteri). Ketika Julia pergi dari rumah tanpa pamit, Jani menyimpan satu hal yang tak terucap. Ia harus memilih: tetap diam demi kakaknya, atau akhirnya bicara kepada ibunya.
“Sebagai orang tua tunggal, Winnie harus jadi segalanya di rumah. Pulang kerja sudah capek, dan capek itu sering keluar dalam bentuk marah. Bukan karena tidak peduli. Yang sebenarnya ingin dia bilang cuma, ‘Ibu khawatir sama kamu,’” seloroh Sigi.
Ia berharap orang tua yang menonton bisa sedikit lebih lembut pada diri sendiri. “Lelah itu manusiawi, salah bicara juga bisa terjadi. Yang penting, kita masih mau mencoba bicara lagi dengan anak kita,” paparnya lagi.
Film ini menjadi debut film panjang Ariani Darmawan. Seniman visual sekaligus pendiri Kineruku Bandung ini sebelumnya menggarap film pendek dan documenter bertema identitas, termasuk “Sugiharti Halim” yang berkompetisi di Clermont-Ferrand, Prancis. Film ini menjadi refleksi personalnya sebagai seorang ibu dan anak.
“Dari luar, mungkin kita akan melihat bahwa ini cerita tentang keluarga tiga generasi. Ada satu anaknya yang pergi dari rumah dan bagaimana mereka menunggu sang anak pulang,” ucap Ariani yang menulis skenarionya bersama Cyntha Hariadi, penyair dan novelis favorit Ariani sejak kumpulan cerpen “Manifesto Flora”.
“Sambil menunggu, kemudian mereka saling terkoneksi satu sama lain. Tapi lebih dari itu, saya pikir “Desember Jani” juga tentang perasaan-perasaan terdalam mereka. Semua orang pasti punya lukanya masing-masing. Bahkan yang paling kecil pun juga sudah memiliki lukanya sendiri,” lanjut Ariani lagi.
“Desember Jani” diproduseri oleh Meiske Taurisia dengan produser eksekutif Luna Maya, tayang mulai 10 Desember di bioskop. (bat)


