Raka pun kursus kilat dari topo patigeni, meracik kurungan ayam belang telon, hingga berburu tali pocong perawan. Benar-benar perjalanan yang kocak, mencekam, namun menguji nyali.
Selain mereka pemeran lainnya ada Mo Sidik, Mang Osa, Norma Cinta, Salsabila, hingga penampilan khusus dari Dodit Mulyanto. Sedangkan skenarionya ditulis oleh Endik Koeswoyo dan Mo Sidik.
Ki Semar mencoba menggambarkan ceritanya lewat benturan antara Raka dan Mbah Djambrong. “Saya ingin menunjukkan bahwa akal sehat dan ilmu warisan sebenarnya bisa saling berdialog, bukan saling meniadakan,” tukasnya yakin.
Dengan modal penceritaan itu Chiska optimis bisa mengantar bumbu komedi yang kental. “Film ini lebih dominan genre komedinya daripada ke horornya,“ ucapnya sambil tertawa. “Komposisinya, ya sekitar 70% komedi dan 30% horor.”
Chiska berharap filmnya dapat melepaskan penat penonton terutama anak sekolah dan mahasiswa di musim libur. “Hilangkan semua pikiran buruk dan stress yang menumpuk dengan nonton film ini,” demikian pesannya. (bat)


