
Sementara pemain Yasamin Jasem memandang premisnya yang sederhana, namun begitu dekat dengan keseharian. “Daya tarik “Paket Santet” adalah ide dan ceritanya terasa sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari dan sial nya pasti ada orang yang pernah mengalaminya,” papar Yasamin.
Menurut pengakuannya setelah proses syuting, ada yang berubah dalam dirinya ketika melihat paket. “Rasanya muncul ketakutan, ”gimana ya kalau suatu hari benar-benar saya terima paket tapi isinya santet?” ungkapnya dengan rasa ngeri.
Aktor Fatih Unru pun merasakan hal yang sama. Baginya kunci film ini tak hanya teror yang menyeramkan, melainkan seberapa kuat chemistry antar pemain dalam membangun persahabatan yang terasa nyata. Karena justru dari sanalah film ini juga akan terasa lebih emosional.
“Kami mencoba membangun chemistry seperti teman kampus sungguhan. Karena di film ceritanya mereka sangat dekat,” ujarnya. “Saat satu per satu mulai menerima paket santet itu, saat syuting rasanya jadi lebih menegangkan.”
Filmnya bakal tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026. (bat)


