Home » “Anak Anak Bambu” Menjadi Film Pembuka Nobar Festival Film Wartawan 2026

“Anak Anak Bambu” Menjadi Film Pembuka Nobar Festival Film Wartawan 2026

“Bagaimana mengajarkan tentang kehidupan dalam sebuah keluarga. Ada sepasang suami istri yang bela-belain menyekolahkan anaknya,” ungkap Irini. “Tujuannya baik, tapi dalam kondisi sosial ekonomi yang tidak memungkinkan, sebenarnya tidak ada salahnya tidak mesti memaksakan.”

Irini menyarankan bahwa pendidikan tak semata pada jalur formal. “Pendidikan juga bisa didapatkan dari keluarga yang hangat, pendidikan yang inklusif di dalam rumah bambu. Sehingga nilai-nilai moral juga menjadi penting bagi kehidupan di dalam sebuah keluarga,” tambahnya.

Bukan hanya elemen cerita, latar lokasi syuting di kampung bambu juga tak luput dari perhatiannya. Di matanya lokasi tersebut terasa realistis dan memiliki nilai visual yang kuat, sehingga potensi kampung bambu sangat bisa dikembangkan.

“Ini kan memang sesuatu yang baru yang ke depannya bisa dipromosikan sebagai sebuah destinasi kalau misalnya kita bicara wisata. Potensi ekonomi kreatif lainnya,” tukas Irini yakin.

Menurut hemat Irini narasi filmnya cukup baik dan mampu menguras emosi penonton. “Secara emosional bisa menguras emosional walau alurnya sudah banyak di film-film lain yang hampir seperti ini,” selorohnya lagi.

Film “Anak Anak Bambu” merupakan salah satu judul film yang dijadikan  rangkaian program nobar FFW 2026 karena menyuguhkan edukasi dan pengenalan budaya lokal kepada masyarakat luas.

Judul apa yang menjadi nobar berikutnya. Tunggu saja tanggal mainnya. (bat)