JFW menerima lebih dari 1.200 film dari 82 negara serta 180 proposal. Rano melihat peningkatan partisipasi tersebut menunjukkan semakin luasnya jangkauan Jakarta Film Week. “Saya melihat JFW semakin banyak pesertanya. Berarti ini peningkatan yang luar biasa,” ucapnya lagi.
Rano juga menyebutkan inovasi terbaru JFW tahun ini ada program JFW Vision yang memberikan pengalaman menikmati film melalui teknologi virtual reality (VR). “Pada tahun keenamnya ini, JFW memperkenalkan program terbaru, yakni JFW Vision, di mana pengunjung bisa mendapatkan pengalaman menggunakan teknologi VR,” ungkap Rano.
Festival Director Jakarta Film Week 2026, Rina Damayanti menyebutkan selama enam tahun perjalanan Jakarta Film Week mengajarkan pihaknya bahwa festival ini bukan hanya tentang penayangan film.
“Tetapi soal mempertemukan orang-orang di baliknya, mencari talenta baru, dan memperkuat ekosistem perfilman di Indonesia. “Encounters” adalah perwujudan dari titik temu itu,” kata Rina Damayanti.
Sebagai Opening Film, Jakarta Film Week 2026 menghadirkan “Ah Girl” (2026) karya sutradara Ang Geck Geck dari Singapura, sebuah kisah personal dan hangat. Sedangkan sebagai Closing Film ada “The Sea Speaks His Name” (2026) karya sutradara Yosep Anggi Noen sekaligus menjadi penayangan perdana di tanah air. (bat)


