POJOKSINEMA – Indonesia dinilai masih sedikit film bertema sejarah. Merespon hal itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon meluncurkan Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026 untuk memperbanyak film bertema perjuangan bangsa. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari gagasan Presiden Prabowo Subianto agar sejarah Indonesia lebih sering hadir di layar lebar.
“Ini sebetulnya hasil diskusi dengan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Beliau mempunyai gagasan bagaimana sejarah kita juga dibuatkan film-filmnya seperti di negara-negara lain,” ucapnya dalam dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 9 Juli 2025 lalu.
Fadli melihat Hollywood sukses dalam mereproduksi kisah sejarah ke dalam film. Alhasil, film sejarah ini bisa menghidupkan kembali peristiwa di masa lalu dan menanamkan nilai kebangsaan kepada masyarakat.
“Hollywood itu luar biasa. Pembuatan film-film sejarah sampai hari ini tidak pernah berhenti. Perang Dunia II, yang sudah selesai 81 tahun lalu, sampai hari ini filmnya masih ada,” lanjut Fadli.
Ia menyadari film bertema sejarah atau narasi kepahlawanan ini memang tak selalu menguntungkan secara komersial. Namun, karya-karya tersebut memiliki nilai penting sebagai media edukasi sejarah sekaligus pelestarian memori kolektif bangsa.
Dia mencontohkan film Gandhi yang dibintangi Ben Kingsley sebagai salah satu film biografi yang berhasil menyajikan sejarah secara menarik.
“Bagaimana film itu sampai sekarang, kalaupun ditonton, tidak pernah membosankan. Film biopik seperti ini ditampilkan dengan sangat menarik,” katanya.


