
Sutradara RBMT, Ismail Basbeth mengatakan melalui karakter Encek di filmnya, mereka mencoba mengajak penonton memahami realitas kehidupan seorang Tionghoa di Indonesia.
“Kami ingin menyentuh dan mengajak penonton agar mampu memahami apa yang terjadi dalam hidup Encek, dalam sebuah cerita tentang trauma generasi yang berhasil diputus oleh seseorang yang berani mengubah nasib diri dan keluarganya,” ucap Ismail.
Film ini merupakan adaptasi novel berjudul serupa karangan Wisnu Suryaning Adji. Film ini dibintangi oleh Ferry Salim, Melissa Karim, dan Verdi Soleiman, sekaligus menjadi debut bagi Jessy Davita, Nicholas Anderson, dan Rocky Gerung.
Sukses dan pencapaian film RBMT ini menandai kebangkitan kembali Matta Cinema Production di industri film Indonesia. Setelah SIFF, film RBMT direncakan akan tayang di bioskop-bioskop Indonesia akhir tahun ini. (bat)


