Home » FFW 2026: Kritik dengan Cinta, Demi Sinema Indonesia yang Lebih Kuat

FFW 2026: Kritik dengan Cinta, Demi Sinema Indonesia yang Lebih Kuat

POJOKSINEMA  –  Asa agar perfilman Indonesia kian kuat di negeri sendiri dan mampu bersaing di panggung internasional kembali digaungkan. Untuk itu, industri tak hanya butuh apresiasi, tetapi juga kritik yang jujur dan membangun. Semangat itulah yang kembali diusung Festival Film Wartawan (FFW).

Hal itu terwujud dalam peluncuran Festival Film Wartawan (FFW) 2026 pada Selasa , 14 Juli  2026 di Jakarta, dengan mengusung semangat kuat: Dari Wartawan Untuk Insan Film Indonesia.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), Ahmad Mahendra memandang peran penting FFW bagi industri film nasional.

“Ada dua peran krusial FFW, ajang ini menantang sineas berani melangkah lebih jauh, sekaligus merawat cara kita memahami apa yang kita tonton,” ucap Ahmad Mahendra di hadapan undangan, 21 anggota Komite Seleksi dan Panitia FFW 2026.

Menurutnya ekosistem film Indonesia mulai menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan juga mulai berjaya di ajang internasional. “Pencapaian ini tentu merupakan hasil kontribusi banyak pihak, salah satunya adalah peran Festival Film Wartawan dan para jurnalis film.”

Tahun ini, FFW juga membawa wajah baru  seiring dijadikannya nama Wina Armada Sukardi sebagai nama penghargaan kritik film terbaik. Pesertanya terbuka bagi siapa saja yang ingin menulis kritik film.

“Siapa pun boleh mengirim tulisan. Nama penulis akan kami tutup rapat saat diserahkan pada dewan juri. Yang dinilai adalah isi dan ketulusan tulisan,” imbuh Ketua FFW 2026, Benny Benke.

Benny Benke menyebutkan penghargaan ini tak sekadar menyebut nama, namun juga punya sejarah.