Pemerintah, kata Irini, memposisikan diri sebagai fasilitator agar tata kelola FFW berjalan baik dan mendorong kemandirian festival ke depan. Selain sebagai ajang apresiasi, FFW juga diharapkan jadi penyemangat bagi para pekerja film.
Irini menekankan pentingnya literasi agar muncul ide-ide kreatif dan narasi film yang sesuai realitas sosial bangsa. Bahkan di genre horor sekalipun, film tetap bisa menyisipkan pesan budaya, pelestarian tradisi, dan pendidikan karakter.
“Kami berharap FFW tidak hanya sekadar menjadi acara tahunan, tetapi juga memiliki peta jalan yang jelas, baik untuk perencanaannya satu tahun ke depan maupun target-target untuk lima tahun mendatang,” kata Irini.
Di akhir sambutan, Irini menyampaikan komitmennya mendampingi insan perfilman selama mengemban amanah di Kemenbud seraya berharap pelaksanaan FFWI 2026 dapat berjalan sukses.
“Semoga kita bisa terus mengapresiasi film-film Indonesia, menumbuhkan kreativitas insan perfilman, dan menjadikan media sebagai mitra terbaik,” pungkasnya.
Komite Juri FFW 2026 ini terdiri dari 21 wartawan film dari berbagai media yang akan bekerja mengkurasi dan memilih film serta sineas terbaik selama medio Oktober 2025-September 2026. (bat)


