POJOKSINEMA – Nama Ip Man punya tempat tersendiri di hati fans film silat. Melejit pada akhir 2000-an dan Ip Man terus membesar seiring hadirnya film-film yang menyajikan pukulan berantai penuh pesona. Di tengah demam itu, Donnie Yen melejit sebagai sosok sang grandmaster wing chun. Kini Dennis To melanjutkan jejak itu dalam “Ip Man: Kung Fu Legend”.
To bukan nama baru dalam semesta Ip Man. Ia hadir sebagai aktor pendukung dalam Ip Man (2008) dan sekuelnya. To sempat pula menjadi aktor utama dalam “Ip Man: The Legend is Born” (2010), kisahkan Ip Man di masa muda.
Bekal To sebelum masuk ke dunia film pun bukan kaleng-kaleng, karena punya reputasi sebagai atlet wushu. Di usia 18, ia bahkan menjadi juara termuda Hong Kong setelah meraih medali emas nomor Changquan dalam Kejuaraan Dunia Wushu 1999.

Namun, bagaimana peruntungannya setelah era keemasan semesta Ip Man berlalu? Pertanyaan itu kembali muncul ketika To mengenakan kostum sang grandmaster dalam Ip Man: Kung Fu Legend. Apakah nostalgia masih cukup kuat untuk menghidupkan kembali sosok yang pernah kondang tersebut?
Film ini menjadi kelanjutan dari “Ip Man: Kung Fu Master” (2019), yang disutradarai Li Liming. Kali ini, Ip Man meninggalkan Foshan dan hijrah ke Hong Kong pada era 1950-an. Bersama istri dan anaknya, ia mencoba memulai lembaran baru dengan membuka perguruan wing chun.


