
Film karya Reza Rahadian itu berawal dari JAFF Market. Ketika dipresentasikan pada 3 Desember 2024, “Pangku”meraih penghargaan White Light Post-Production Award sebelum akhirnya dirilis di bioskop pada akhir 2025.
“Jadi ini adalah salah satu project yang kita harapkan, kemudian akan juga banyak project-project lain yang lahir,” papar Linda yakin.
Festival Director JAFF, Ifa Isfansyah menyebutkan pertumbuhan industri perlu diimbangi dengan penguatan ekosistem yang mampu mempertemukan pelaku industri dengan pasar dan investor.
“Indonesia memiliki talenta dan kekayaan intellectual property (IP) yang besar, namun masih membutuhkan infrastruktur industri yang mampu memperluas peluang kolaborasi dan pengembangan bisnis secara berkelanjutan,” tutur Ifa.
Di luar ajang tahunannya, JAFF Market juga terus memperluas kehadiran internasional dengan ikut dalam sejumlah ajang industri seperti Marché du Film – Cannes, Asian Contents & Film Market – Busan, dan Asia TV Forum & Market (ATF) – Singapore.
Upaya ini dilakukan untuk mempromosikan kreator dan IP Indonesia sekaligus memperkuat jejaring global yang dapat membuka peluang baru bagi pertumbuhan industri film nasional. (bat)


